Frequently Asked Question

 

  1. Bagaimana status legal YHS?

Yayasan Harapan Sumba didirikan pada tanggal 26 November 2004 di Desa Weelonda, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur dan mendapatkan akta nomor 83 dari Notaris Pau Djara Liwe, SH.

Lalu pada tanggal 9 Oktober 2018, Yayasan Harapan Sumba mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan akta nomor 36 melalui Notaris Pau Djara Liwe, SH.

 

  1. Apakah YHS mencari profit?

YHS adalah lembaga nirlaba. Untuk mendukung operasional dan peningkatan layanan sosial, YHS melakukan beberapa kegiatan untuk mendukung biaya operasional dan membangun kemandirian finansial.

 

  1. Bagaimana bekerja sama dengan YHS?

YHS memprioritaskan kerjasama dengan berbagai pihak terkait bidang/isu yang mendukung pencapaian visi dan misi serta tidak bertentangan dengan mandat, prinsip dan nilai-nilaiYHS. Di sisi lain, YHS terbuka untuk bekerjasama dalam bentuk dan bidang lain demi kepentingan sosial.

 

  1. Dimana saja Yayasan Harapan Sumba bekerja?

Fokus wilayah kegiatan Yayasan Harapan Sumba saat ini adalah Kabupaten Sumba Barat Daya. Ada beberapa kegiatan yang mencakup wilayah Sumba yakni penanganan/bantuan medis dan bantuan peralatan kursi roda untuk penyandang disabilitas. Mulai tahun 2018, Yayasan Harapan Sumba juga melakukan kegiatan ekonomi dan pengembangan energi terbarukan di Kabupaten Sumba Tengah.

 

  1. Apa saja program YHS?

Yayasan Harapan Sumba memiliki 4 program utama yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi serta lingkungan dan energi baru terbarukan. Fokus kegiatan di bidang kesehatan yakni nutrisi, pencegahan stunting dan sanitasi. Di bidang pendidikan akan difokuskan pada literasi. Sedangkan bidang ekonomi akan fokus pada pengembangan ekonomi hijau (green economy) yang berbasis pada pertanian dan peternakan. Dan untuk bidang lingkungan dan energi baru terbarukan akan fokus pada konservasi, pertanian selaras alam (organik), pengembangan energi bersih dan rendah karbon melalui kegiatan pemanfaatan biogas rumah, energi matahari dan air.

 

  1. Siapa beneficiaries dan komunitas YHS?

Penerima manfaat kegiatan Yayasan Harapan Sumba adalah kelompok rentan yang terdiri atas petani, nelayan, perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas, korban kekerasan, komunitas yang mendapat stigma, dan berbagai jenis komunitas rentan sesuai kondisi wilayah kerja organisasi.

Saat ini, komunitas dampingan Yayasan Harapan Sumba adalah Kalingara, Lagalete, Weerame dan Tana Kandumuk.

 

  1. Berapa orang personil yang bekerja di YHS?

Personil Yayasan Harapan Sumba saat ini berjumlah 8 orang. Jumlah ini akan bertambah jika ada program baru yang membutuhkan tambahan personil.

 

  1. Dengan siapa saja YHS bekerja?

Yayasan Harapan Sumba bekerja dengan NGO (lokal sampai internasional), pemerintah (desa, kabupaten dan provinsi), komunitas perempuan berbagai negara, komunitas mahasiswa Perancis dan Singapura, Puskesmas, sekolah, lembaga agama, kelompok tani dan nelayan dan kelompok perempuan.

 

  1. Apa pendekatan yang dipakai YHS?

Peran utama Yayasan Harapan Sumba adalah memberdayakan masyarakat agar mereka dapat menolong dirinya sendiri. Atas dasar ini maka Yayasan Harapan Sumba menganut beberapa pendekatan yakni aksi dan pembelajaran partisipatif (participatory learning and action), komunitas sebagai pelaku utama (people led development), berbasis aset (asset based community development), inklusi sosial (social inclusion) dan rehabilitasi berbasis masyarakat (rehabilitation based community).

Sebagai bagian dari pendekatan iasset based, Yayasan Harapan Sumba menggunakan pendekatan appreciative inquiry untuk menggali dan memobilisasi potensi terbaik manusia untuk bertumbuh dan berkembang.

 

  1. Apa prinsip dan nilai-nilai YHS?

Beberapa prinsip kerja Yayasan Harapan Sumba adalah:

  • Partisipasi
  • Transparansi
  • Akuntabilitas
  • Keberpihakan kepada kelompok sasaran

Beberapa nilai Yayasan Harapan Sumba adalah:

  • Kesetaraan dan keadilan gender
  • Keberlanjutan lingkungan
  • Menghargai keberagaman/latar belakang yang berbeda (pluralitas)
  • Menghargai kearifan lokal
  • Bertumpu pada kekuatan (asset based)

 

  1. Apa mandat organisasi yang harus dijalankan oleh Yayasan Harapan Sumba?

Mandat adalah sejumlah kaidah (aturan) yang secara kongkrit mengatur apa yang harus atau boleh dilakukan dan apa yang dilarang (atau tidak boleh) dilakukan.

Tindakan yang harus atau boleh dilakukan :

  • Menghargai dan memprioritaskan kaum marginal khususnya perempuan, anak, ibu hamil, kaum difabel, manula dan pengidap HIV/AIDS dalam proses pendampingan masyarakat
  • Memposisikan diri (personil dan organisasi) sebagai fasilitator dalam seluruh proses pemberdayaan masyarakat
  • Memberikan kesempatan dan kepercayaan yang penuh kepada masyarakat atau penerima manfaat program untuk terlibat, berperan, memutuskan dan merumuskan agenda-agendanya sendiri
  • Memberikan kesempatan dan memperkuat masyarakat atau penerima manfaat program untuk menjadi pelaku utama/aktor perubahan sosial
  • Menerapkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan organisasi, pendampingan masyarakat dan kerjasama dengan berbagai pihak
  • Mengutamakan dedikasi, tanggungjawab, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas, mengelola program dan organisasi
  • Menjaga dan meningkatkan nama baik dan citra lembaga yang positif (termasuk tidak menyebarkan dokumen dan hal lain yang menjadi rahasia organisasi)

 

Tindakan yang dilarang (tidak boleh) dilakukan:

  • Melakukan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme dalam pengelolaan program dan organisasi
  • Bertindak atas nama lembaga untuk kepentingan pribadi atau pihak lain. Atau memanfaatkan program, organisasi, fasilitas organisasi dan keberadaan sebagai personil YHS untuk kepentingan pribadi, keluarga dan kelompok/golongan.
  • Menggunakan narkoba, minum minuman keras dan berjudi
  • Melakukan kekerasan fisik, psikis, seksual dan ekonomi (verbal dan non verbal) baik di kantor, keluarga, dan masyarakat dan ketika berinteraksi dengan pihak lain
  • Melakukan pelanggaran hak-hak asasi manusia (HAM)
  • Menggunakan bahan-bahan kimia dan melakukan tindakan yang tidak ramah lingkungan (misalnya membuang sampah sembarangan)
  • Personil pelaksana terlibat dalam kegiatan politik praktis
  • Mencuri dan bersikap tidak jujur (menipu)
  • Menerima hadiah atau barang dalam bentuk lain dari siapa saja yang memiliki kaitan dan berimpilkasi dalam pelaksanaan tugasnya.

 

  1. Bagaimana relasi dan interaksi dengan pemerintah dan stakeholder?

Dalam menjalankan kegatan untuk mencapai visi, Yayasan Harapan Sumba membangun kemitraan dengan berbagai lembaga dan individu yang peduli dan berkomitmen memperbaiki kualitas hidupan masyarakat. Dengan konsisten menjalan prinsip dan nilai-nilai serta mandat organisasi, Yayasan Harapan Sumba telah bekerja dan berjuang memberikan yang terbaik. Dan hingga saat ini, kami tidak pernah mengalami persoalan kemitraan dengan pihak manapun.