Kegiatan Tahunan Mahasiswa Perancis di Sumba

Air Bersih dan Toilet untuk Sumba

Sejak tahun 2010, di musim panas (Juli), mahasiswa Perancis, yang diorganisir oleh Solidari’ Terre melakukan kegiatan sosial di Sumba bekerjasama dengan YHS. Kegiatan utamanya adalah membangun sarana air bersih (bak/tangki air) dan sanitasi (toilet) selama tiga minggu.

Tentang Solidari’Terre

Solidari’Terre adalah asosiasi kemanusiaan yang memberikan bantuan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan internasonal. Inisiatif ini lahir pada tahun 1993 dengan nama “Centrale Sup de Co Humanitaire” dan berganti nama pada tahun 2001 menjadi Solidari’Terre.

Pada setiap musim panas, sebuah tim yang terdiri dari belasan mahasiswa dari dua kampus yakni sekolah bisnis Emlyon dan Ecole Centrale de Lyon menyebar ke 6-8 negara di Asia, Amerika dan Afrika untuk melakukan kerja sosial.

Solidari’Terre  bekerjasama dengan satu LSM di setiap negara. Kerjasama akan dilanjutkan bila hasilnya memuaskan, dan sebaliknya dihentikan jika tidak. Untuk Indonesia, Solidari’Terre telah bekerjasama dengan YHS.

Dana personil mahasiswa didapatkan dari mahasiswa itu sendiri dan keluarganya. Sedangkan dana kegiatan digalang dari donasi perorangan, pembeli/konsumen, perusahaan dan usaha mereka (misalnya bekerja di supermarket).

Sejarah Kerjasama dengan YHS

Tahun 2006, Ann McCue (pendiri YHS) bertemu seorang bapak berkebangsaan Perancis di Penginapan Melati, Tambolaka. Dia tertarik dengan YHS, lalu mengikuti beberapa kegiatan. Tahun berikut bapak itu kembali ke Sumba bersama dua anaknya, dan bertemu lagi Ann McCue. Caroline, anak perempuan bapak itu menyarankan Ann McCue agar YHS ikut berkompetisi untuk mendapatkan program Solidari’Terre dengan membuat proposal.  

Ann McCue membuat proposal dan menang. Pada tahun 2010, rombongan mahasiswa pertama datang. Kunjungan tahun-tahun berikutnya terus dilanjutkan hingga saat ini karena hasilnya memuaskan dan para mahasiswa sangat senang dengan pengalaman di Sumba.

Kegiatan Mahasiswa/Relawan di Sumba

Kegiatan utama para mahasiswa adalah membangun tangki/bak air dan toilet. Pilihan kegiatan ini dilatarbelakangi kondisi dimana akses air bersih dan sanitasi (toilet) masyarakat Sumba masih sangat sulit, khususnya di desa-desa. Kegiatan dilakukan di desa yang berbeda setiap tahun.

Pada tahun 2018, kegiatan dibuat lebih bervariasi. Selain membangun toilet, para mahasiswa juga membangun rumah belajar yang didesain aksesibel terhadap penyandang disabilitas. Kegiatan lain yang dilakukan di sore hari adalah menanam sayur, memetik dan mengolah kopi hingga siap saji, belajar memasak makanan lokal dan bahasa Indonesia, serta bermain sepak bola bersama masyarakat.